Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Sunday, October 16, 2011

SINGGASANA TAHTA TANAH JAWA MERUPAKAN CIKAL BAKAL “WAHYUNING” PURWOREJO HADI PURWO



Sungguh sangat ironis sekali bila kita bicara tentang kata “Singgasana Tahta” maka hal ini akan berakibat timbul suatu pertanyaan beruntun : siapa, apa, bagaimana dan dimana ?. Mengapa hal ini menjadi ironis, jika kita sadari bersama bahwa “Wong cilik atau turune wong tedhak pidak pejarakan” sangat jauh dari jangkauan “Wahyu Keprabon” yang identik dengan “Wahyu Cakraningrat”. Disini kami selaku seorang sepiritualis dan pengamat dunia metafisika dengan ijin “Alloh Subhanalloh Ta’ala dan Li riddoillah wali safaati Rosullilah hi Solollohu Alaihi Wassallam sekaligus para Dahyang Tanah Jawa / Nusantara” ingin memberikan suatu wacana dan pengetahuan bahkan sebuah kesaksian kepada para pembaca yang tercinta untuk mengetahui, mengerti dan mencintai Tanah Air Nusantara bahkan kota Purworejo Hadipurwo ini. Kami menggunakan istilah Purworejo Hadipurwo karena belum adanya lisensi publik dan pengakuan dari wilayah kerajaan setempat yang lebih muda di bandingkan dengan bumi Bagelen / Purworejo, mestinya Bagelen / Purworejo lebih berhak menggunakan istilah “Hadiningkrat” karena jika melihat sejarah lebih tua dan “Wahyu Keprabon” lebih dahulu bersemayam di bumi Bagelen / Purworejo ini. Berkiblat dari orde rotasi / perputaran wahyu, bahwa wahyu bibit kawit / berasal dari Jawa Timur dan matang di Jawa Tengah sebelah selatan termasuk Purworejo Hadipurwo, hal ini terbukti pada masa kejayaan “Mataram Kuno” telah berdiri dan tersebar kerajaan di daerah Purworejo Hadipurwo dengan bukti autentik “Prasasti Kayu Arahiwang” hal demikian menandakan bahwa “Wahyu Keprabon / Wahyu Kerajaan” telah bersemayam di bumi Purworejo Hadipurwo. Sehingga Purworejo Hadipurwo secara nyata telah melahirkan orang-orang besar yang berkiprah untuk Bangsa dan Negara Indonesai tercinta ini. Perlu panjenengan ketahui bahwa Wahyu Nusantara itu sebenarnya kembar, semula jaman kejayaan Majapahit yang diemban oleh Prabu Brawijaya yang diemong / diasuh oleh “Sabdo Palon dan Naya Genggong” yang selalu membawa wahyu kembar bernama “Jas Dongker Kuluk Mekutoromo” dan “Payung Sleret Tunggul Naga” dua hal inilah yang merupakan “Wahyu Keprabon” sehingga Majapahit dapat mengalami masa keemasan dan kejayaannya. Namun ketika Brawijaya tergoda wanita Campa hingga melahirkan Raden Patah dan Islam masuk terjadilah bencana dan huru hara. Ketika menjelang keruntuhannya Majapahit dipimpin oleh Brawijaya Pamungkas terkenal dengan sebutan Sunan Lawu. karena kecewa Sapdo Palon Naya Genggong melebur diri bersatu menjadi “Semar Badranaya” yang selalu membawa “Wahyu Jas Dongker Kuluk Mekutoromo” yang bersifat adem, ayem tentrem, wicaksana dan manunggaling kawula, sedangkan “Payung Sleret Tunggul Naga”bersifat panas, kadonyan, kewanitaan dan hawa nafsu jatuh kelautan bebas sekitar “Alas Purwo Banyuwangi” sehingga di terima oleh “Ibu Ratumas Segara Kidul”. Dengan hilangnya kedua wahyu tersebut sehingga Majapahit runtuh. Sapdo Palaon Naya Genggong dengan kata akhir meninggalkan saksi “Semasa masih ada pohon jarak dan pohon dadap yang hidup, berarti aku masih hidup” kata Sabdo Palon dan Naya Genggong. Ditinjau dari dunia metafisika bahwa mitos Sang Penguasa Pantai Selatan sungguh benar-benar ada hal ini dapat dilihat secara nyata bahwa banyak kerajaan dijaman dulu selalu di dekat pinggir kali atau pantai, hal ini oleh raja dimaksudkan untuk berhubungan dengan Sang Penguasa Pantai sangatlah mudah dikarenakan sungai merupakan jalan pintas para utusan atau Sang Penguasa Pantai sendiri untuk berhubungan. Namun di jaman global seperti sekarang hal ini sangat “musrik” dan “tabu” untuk dibicarakan. Hal ini kami sadari karena mereka tidak mengerti adanya dunia maya diluar kita. Atas ijin panjenengan sami para sesepuh golongan putih dan golongan apapun serta “Ibu Ratu Mas Segara Kidul” perkenankanlah kami untuk mengungkap hal tsb. Kenyataan perjalanan laku spiritual kami, bahwa Sang Penguasa Pantai Selatan itu ada 3 (tiga) kekuatan dan kenampakan yaitu : “Ibu Ratumas Segara Kidul, Ratu Kidul dan Mbok Rara Kidul”. Ketiganya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan (tritunggal), sebagai pemegang tampuk pimpinan paling bijaksana adalah Ibu Ratumas Segara Kidul dan keduanya adalah merupakan patih njero (dalam) dan patih njobo (luar). Mengapa kami berbicara masalah Ibu Ratumas Segara Kidul ? Karena setelah Nusantara merdeka, bahwa Presiden RI pertama Ir. Soekarno pun mengikuti laku tirakat para Raja Jawa terutama Raja Mataram untuk bermitra dengan Ibu Ratumas Segara Kidul (Ingat Kamar di Hotel Samodra Beach), sehingga Presiden RI karena ketulusan dan kebersihan jiwanya dapat mendapatkan “Jas Dongker Kuluk Mekutoromo” dan “Payung Sleret Tunggul Naga” sehingga Nusantara pernah jaya ketika dipimpin beliau namun “ndilalah kersane jawata” karena sifat dari Wahyu Payung Sleret Tunggul Naga adalah lambang nafsu dan wanita yang akhirnya runtuhlah. Ketika pemerintahan Soeharto, beliau yang satu ini juga doyan laku tirakat yang tidak lain adalah untuk menggapai wahyu, dari perjalanan laku ritualnya beliau mendapatkan “Wahyu” yang diemban langsung oleh Ibu Ratumas Segara Kidul sehingga pada masa kejayaannya beliau disanding langsung, hingga pemerintahannya bisa berlangsung lama. Keruntuhan pemerintahan Soeharto karena diawali adanya gugatan gaib dibulan sura tahun 1998 yang diprakarsai oleh “Semar Badranaya”. Ketika itu Semar mengutus seorang kesatria untuk melaksanakan “Dharmaning Kesatria Menyongsong Tumuruning Wahyu Tanah Jawa” kesatria tersebut adalah “Satria Putih” yang mempunyai makna gramatikal “Sinar Alloh Tumurun Rakhmat Ingkang Agung Pratanda Ujuding Titah Ingkang Hamemayu” Kesatria ini berada di Padepokan Agung “Garuda Cakra” di Lereng Menoreh daerah Perdikan Singgelopura atau lebih di kenal Lowanuh atau Lowano atau Loano. Cakramanggilingan merupakan perputaran wahyu yang sudah saatnya untuk manunggal menjadi satu antara Wahyu “Jas Dongker Kuluk Mekutoromo” dan Wahyu “Payung Sleret Tunggul Naga”.Pertapan Satria Putih dilaksanakan dipinggir Kali Bengawan Bogowonto hingga pertemuan dengan Ibu Ratumas Segara Kidul selama 40 (empatpuluh) malam untuk memohon kembalinya wahyu, pertentangan dan pertempuran sengit antara Raden Rangga yang merupakan manusia setengah siluman adalah (putra Raja Mataram Panembahan Senopati dengan Ibu Ratumas Segara Kidul) yang tidak menginginkan wahyu untuk dikembalikan, namun pertarungan tak dapat terelakkan sehingga kemenangan pada Satria Putih. Wahyu tanah jawa tersebut dengan keiklasan Ibu Ratumas Segara Kidul diserahkan kepada Satria Putih yang selanjutnya diterima, disatukan dan digembol / dibawa oleh “Semar Badranaya” dengan iringan Suara Adzan, Iqomat dan tembang ilir-ilir serta ejaan bacaan hurup jawa (ha, na, ca, ra, ka, da ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma ga, ba, tha, nga) yang dilantunkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, makna apakah yang tersirat dari kejadian tersebut ?. Benar-benar terjadi, malam wahyu diserahkan pagi hari terdengar khabar Ibu Tien Soeharto meninggal dunia, ada hubungan apakah dibalik ini ? Dan berlarut-larut demo menentang kekuasaan Soeharto tak dapat dielakan oleh pemuda dan mahasiwa. Mestinya sekarang sudah saatnya Nusantara kembali seperti kejayaan jaman Majapahit karena wahyu telah bersatu tinggal siapakah (wadah) yang siap untuk disemayami / dihinggapi oleh wahyu tersebut ?. “Barang siapa ingin menjadi orang nomor satu di Nusantara ”carilah“ Semar Badranaya” dan pintalah wahyu tersebut ? kalau anda beruntung mendapatkan dan diemong oleh “Semar Badranaya ” saya mengatakan “haqul yakin” andalah calon orang nomor satu di nusantara yang akan membawa obor kejayaan negeri ini dari puing-puing kehancuran. Wisik jaman mengatakan (maaf saya ulas kembali pada penerbitan SM Selasa, 30 – 12 – 2003 hal 27) yaitu “SINATRIO KONDUR DATAN WARINGIN RUBUH LINAMBARAN WARONO SETO”. Sudah siapkah pohon beringin untuk dibangkitkan oleh kesatria yang bersih hati, wicaksana dan hambeg parama arta. Kesatria ini sinamar sehingga sering dikatakan “Semune pudhak kesungsang” atau lebih jelas lagi “Satria Piningit” Harapan para leluhur tanah jawa kesatria tersebut adalah sinebut gelar “Pangeran Heru Cakra” jika kita kembangkan lebih jauh harapan tersebut tercermin pada gelar raja kerajaan Mataram yaitu “Senopati Ing Ngalogo Khalifatullah Sayidin Panata Gama” Kembali pada Purworejo Hadipurwo menurut peta penyebaran wahyu gaib, bahwa daerah ini pernah dan merupakan lintasan pusar kedua wahyu tersebut, maka dimungkinkan suatu ketika dari Purworejo Hadipurwo ada pemimpin agung yang akan bangkit dan “Noto Nagoro” nusantara ini. Namun perlu di ingat untuk para pejabat baik pejabat politik ataupun pejabat birokrasi di Purworejo Hadipurwo, karena daerah ini merupakan basis lintasan wahyu maka aura kekuatan magis tersebut akan terpancar seantero Purworejo bahkan nusantara ini hingga siapapun yang terlintas kekuatan tersebut godaanya adalah “Tahta, Harta, dan yang paling utama adalah Wanita” bagi yang tidak kuasa menahan godaan taruhannya “Jabatan” (puncak karier ya cukup disitu saja atau akan turun bahkan kalau maju palagan akan kalah / apes) atau yang lebih parah lagi bakal “Ngunduh Wohing Pakarti” dikemudian hari. Ingatlah para pejabat kalau yang bukan hak dan bukan Ridlo Alloh anda lakukan jangan menyesal apabila para leluhur Purworejo Hadipurwo marah dan sumpah serapah “anda akan kwalat”. Untuk menetralisir agar saudara para pejabat di Purworejo Hadipurwo tidak mudah tergoda adalah selalu ingat pada YME dan keluarga yang selalu setia menanti dirumah. Sebagai pusat aura kekuatan Purworejo Hadipurwo ada pada kedua beringin kembar ditengah alun-alun Purworejo, sejenaklah anda merenung apa yang akan dan telah anda lakukan dengan menatap kedua pohon beringin kembar tersebut, lihatlah dengan mata bathin anda disana akan terlintas suatu bangunan “Sanggar Pamujan” jika ditarik garis lurus ke utara akan bertemu pada salah satu “Kamar di Dalem Agung Kadipaten” dan bila ditarik garis lurus ke selatan akan bertemu suatu tempat di desa “Watukuro” yang tidak lain menuju pantai selatan. Sanggar tersebut dikendalikan oleh sepasang kakek dan nenek berjubah putih beliau adalah “Panembahan Agung Atas Angin” atau lebih dikenal oleh para Ulama Sufi daerah Jawa Timur adalah “Kyai Atas Angin” dari Bagelen. Yang merupakan sebuah misteri timbulnya Kerajaan Bagelen dan yang sekarang ini menjadi Purworejo Hadipurwo. Insayaalah anda akan sluman, slumun, slamet tansah sumingkir bebaya rubeda giri goda lan patemboyo adem, ayem tentrem gemah ripah loh jinawi tata tur raharja. (mohon maaf tempat tersebut bukan untuk disembah dan dipuja) Demikian sekilas wacana dan kesaksian yang dapat saya tuturkan semoga dapat menjadikan pengetahuan atau laku dan instropeksi anda untuk “ngupadi” wahyu keprabon tersebut, untuk kebenaran peristiwa tersebut kembali kami serahkan pada yang di atas sana “Allahualam”

klik: http://www.facebook.com/themanbiz

Tamim AD-DARI, sarjana KRISTEN, Juru bicara DUNIA ISLAM



Orang pertama yang telah menemukan dasar bercerita di dunia Islam adalah Tamim ad-Dari. 

Sumber-sumber asli mengatakan:[Bahasa Arab teks] 224 
Dalam perjanjian Nabi saw, di sana tidak ada bercerita. Hal yang sama juga terjadi di perjanjian Abu Bakar juga. Orang pertama yang terlibat dalam urusan seperti itu adalah Tamim ad-Dari. Dia bertanya-Omar bin Khattab-untuk memungkinkan dia untuk mengumpulkan dan menceritakan cerita untuk orang-orang dan yang kedua memungkinkan dia untuk melakukannya. 
CATATAN TENTANGNYA SEBELUM ISLAMMengenai penetapan mereka yang telah menulis sejarah hidup para sahabat Nabi saw, Tamim ad-Dari yaitu Tamim bin-Aus-bin-Kharaja (agnomen - Abu Ruqaiyya) adalah seorang Kristen dan dalam 9 AH tahun yaitu selama tahun terakhir kehidupan Nabi, ia datang ke Madinah dan menjadi seorang Muslim: 
[Bahasa Arab teks] 225Sesungguhnya, tidak bahwa ia adalah seorang Kristen biasa tetapi dikatakan bahwa ia diperhitungkan untuk menjadi biarawan antara Palestina dan pemuja tempat yang:[Bahasa Arab teks] 226Dengan kata lain, ia bukan orang biasa dalam agama Kristen. Sebaliknya, ia diperhitungkan untuk menjadi seorang biarawan yang terkenal dan pemuja antara rakyat Palestina.Selain itu, mereka menambahkan:[Bahasa Arab teks] 227«Dia adalah seorang sarjana serta menjadi berpengalaman dalam Taurat dan Injil.»Selain dari menjadi seorang bhikkhu, ia juga pedagang selama era ignorancy. Bukhari meriwayatkan dalam bukunya 'Sahih' yang Tamim ad-Dari dan Addi-bin-Badda (yang adalah saudara Amro Aas) pergi untuk perjalanan bisnis bersama dengan seseorang dari suku Bani-Saham, Di perjalanan, orang ini meninggal di daratan di mana tidak ada penghuni muslim. Kekayaannya jatuh di tangan Tamim dan Addi yang menyerahkan mereka ke keluarganya-anggota, ketika mereka kembali. Beberapa saat sebelum meninggal, orang ini menulis Sahami rekening kekayaan dan menyimpannya di antara mereka. Namun, peristiwa ini tetap tersembunyi dari mata dua mitra. Di antara kekayaan dari orang Sahami, secangkir terbuat dari perak ada yang dihiasi dengan emas dan merupakan bagian terbesar dan paling berharga dari kekayaan pemiliknya. Tentu saja keterangan yang tercatat dalam daftar kekayaan. Tamim dan Addi dijual cawan ini dan berbagi uang yang berjumlah lima ratus dirham dan menyerahkan kekayaan yang tersisa untuk keluarga-anggota mitra muslim. Antara kekayaan, keluarga anggota menemukan perbuatan seluruh kekayaan menyebutkan dimana ayah mereka itu terbuat dari gelas dilapisi dengan emas. Keluarga-anggota mendekati dua mitra dari ayah mereka dan mengklaim dari mereka yang hadir cangkir kekayaan ayah mereka. Mereka menyangkal hal ini dan berkata: "Kami tidak menyadari seperti cangkir. Sengketa itu diambil sebelum Nabi saw. Dia memerintahkan bahwa kedua harus menghadiri masjid dan setelah doa-doa, bersumpah kepada Allah bahwa mereka tidak melakukan pengkhianatan dan membawa semua yang tersisa dari properti orang mati. Mereka sweared sesuai tetapi kemudian, cangkir ditemukan dengan seseorang yang mengaku setelah membeli dari Tamim. Ketika Tamim ditanyai tentang hal itu, ia berkata: Ya, itu adalah kebenaran. Tapi, kami telah membeli dari bahwa manusia Sahami dan kami lupa untuk mengungkapkan hal ini kepada Anda pada waktu itu. Pada saat ini, ayat 106 dan 107 dari Sura Maeda terungkap:[Teks Arab]«Hai orang beriman! panggilan untuk saksi antara Anda ketika kematian menarik dekat ke salah satu dari Anda, pada saat keputusan akan, dua orang hanya dari antara kamu, (yaitu Islam) atau dua lainnya dari Anda, (yaitu non-muslim) jika Anda bepergian dalam tanah dan malapetaka menimpa kematian Anda; dua (saksi), Anda harus menahan setelah shalat, kemudian jika Anda ragu (mereka), mereka akan baik bersumpah demi Allah, (dengan mengatakan): Kami tidak akan mengambil untuk itu harga, meskipun ada menjadi relatif, dan kami tidak akan menyembunyikan kesaksian Allah untuk kemudian pasti kita harus berada di antara orang-orang berdosa. »[Teks Arab]«Kemudian jika menjadi diketahui bahwa mereka berdua telah bersalah karena dosa, dua orang lain harus berdiri di tempat mereka dari antara mereka yang memiliki klaim terhadap mereka, dua kerabat terdekat, sehingga dua harus bersumpah demi Allah: Tentu saja kami kesaksian ini lebih benar daripada kesaksian dari dua, dan kami tidak melampaui batas, untuk kemudian, sebagian besar tentu kita harus orang yang lalim. »Sesuai urutan ayat-ayat ini, dua orang terdekat di kerabat dan kerabat dari pria Sahami sweared dekat kaki mimbar Nabi saw bahwa kepemilikan cangkir telah disebutkan di antara daftar akta warisan dan itu adalah mereka yang mengucapkan kebenaran dan bukan dua orang. Dengan cara ini, Nabi saw memerintahkan mereka untuk memberikan kembali cangkir atau setara kepada ahli waris dari orang Sahami. 228Ini adalah catatan masa lalu wajah jelek Tamim selama Kristen nya. Kehidupan-Nya dapat diringkas seperti ini: «Seorang sarjana dalam Taurat dan Alkitab, seorang biarawan Kristen dan seorang pedagang besar di lautan» yang tentu saja telah kadang-kadang melakukan kejahatan pencurian sementara perdagangan.Setelah acara ini, Nabi saw ditujukan Tamim yang kemudian seorang Kristen seperti: «. Konversikan ke Islam karena Islam akan mengampuni dosa-dosa masa lalu Anda» Dengan kata lain, saat seseorang masuk ke dalam lipatan Islam, menghilangkan semua masa lalunya kotoran. Jadi, dalam hal ini Tamim cara menerima Islam pada tahun 9 HSELAMA ERA kalif kedua'SSelama periode kekhalifahan Umar-ibn-Khattab, Tamim Dari, para sarjana Kristen mantan yang tidak menyaksikan periode Nabi selama lebih dari satu tahun sekarang diizinkan untuk mengatasi sahabat Nabi saw seperti Salman, Abu Zar, Miqdad, Ammar Huzaifa , Khuzaima dan lain-lain. Sebagai pembicara dan orator sebelum salat Jumat-ia diberi kebebasan menyikapi penduduk Muslim Madinah umum sekali dalam seminggu. Tentu saja, umat Islam seharusnya duduk upacara Jumat-doa melalui mana mereka lakukan dan mendengarkan pidato-pidatonya. Selama masa pemerintahan Utsman kekhalifahan, dia didakwa dengan memenuhi tanggung jawab ini dua kali seminggu. 229Kalif kedua, Umar ibn Khattab-akan menghormati Tamim untuk sebagian besar dan akan memanggilnya dengan judul 230 [teks Arab] (pria terbaik di Madinah). Hal ini persis pada saat orang-orang seperti Imam Amir-ul-Mukminin (AS) dan para sahabat terkemuka Nabi saw hadir. Kemudian, ketika orang dibagi ke dalam kelas berdasarkan perintah Khalifah kedua itu, Tamim ditempatkan di peringkat 'orang-orang dari Badar' tersebut yang diperhitungkan untuk menjadi sahabat yang paling terhormat Nabi Suci dan menerima membayar lebih dari kelas lain. Orang-orang Badr menjadi kelompok pertama pengikut Nabi saw di mana «Muhajirin» (imigran) di antara mereka menerima lima ribu dirham dan «Ansar» (pembantu) di antara mereka menerima empat ribu dirham. Kelompok berikutnya adalah mereka yang telah berpartisipasi dalam perang 'Uhud' dan mengikuti mereka adalah orang-orang dari 'Khandaq', orang 'Khaibar' dan kemudian 'ketenangan Hudaibiyya' dan terakhir dari semua terdiri dari mereka yang telah menjadi Muslim setelah Nabi Suci dan mereka menerima dua ratus dirham dari bendahara publik.Pada saat itu, khalifah terkait Tamim Dari ke 'orang-orang dari Badar' dan menempatkannya di samping pelopor dan pelopornya Islam dan dialokasikan lima ribu dirham untuk dia dari publik - kas. 231 Selain itu, ketika Khalifah kedua memberi perintah bahwa 'Nafila' (Sunnah) dan 'Mustahab' (dianjurkan) doa harus ditawarkan berjamaah di bulan Ramadhan (dalam 14 AH tahun), dua orang yang ditunjuk oleh dia untuk memimpin jemaat di mana salah satu dari mereka adalah Tamim Dari. (Yang baru-dikonversi Muslim yang sebelumnya seorang Kristen, biarawan dan sarjana). Dia akan menghadiri doa-doa jemaat dan memimpin umat Islam dengan salah satu nya garmen ribu dirham nilai dalam keadaan megah maksimal. 232 Tamim tetap di Madinah sampai akhir kekhalifahan Utsman dan aturan. Namun, setelah kematian Utsman, ia melarikan diri ke Suriah dan tinggal di sana sampai 40 H yaitu tahun kemartiran Imam Amir-ul-Mukminin (AS). Sejarawan mengatakan: Tamim meninggal di Suriah dan makamnya terletak di rumah «Jubreen» di Palestina.HIS PENETRASI KE khalifahSEKOLAHIni pendeta Kristen dan sarjana yang sekarang yang baru-dikonversi Muslim telah dipadamkan dengan budaya dirusak dari Taurat dan Alkitab dan tidak mengalami begitu banyak pelatihan Islam dan Nabi sehingga mengalami perubahan positif yang radikal. Dalam rangka mewujudkan pengaruh seperti seseorang dalam masyarakat Islam waktu dan Islam resmi, perlu untuk merenungkan apa yang ulama «rijal» (peneliti di biografi para sahabat) berkata: Orang-orang seperti Abu -Huraira dari siapa 5.374 tradisi yang telah dikisahkan dalam buku 'Shihah', 'Musnad' dan sumber-sumber narasi lainnya dari sekolah kekhalifahan, Anas bin Malik-yang memiliki 2.286 tradisi untuk kreditnya, Abdullah ibn Abbass-yang telah meriwayatkan 1.660 tradisi dan murid-murid lain banyak dari para sahabat berada di antara murid-muridnya dan telah meriwayatkan hadis darinya.Hadist «JASSASEH» «Dajjal» DANTradisi yang paling terkenal yang telah diriwayatkan dari Tamim Dari mengungkapkan budaya yang dia miliki dan berusaha untuk menyebarkan dalam masyarakat Islam baru-didirikan. Tradisi ini adalah tentang «Dajjal» dan dikenal sebagai «Jassaseh». Hal ini diriwayatkan seperti:Fatemah-bin-Qais mengatakan:«Suara penelepon Nabi bisa terdengar berteriak: [teks Arab] (datang untuk doa-doa jemaat). Saya meninggalkan rumah saya dan kemudian shalat di masjid yang ditawarkan dengan Nabi saw. Aku duduk di barisan depan wanita. Setelah shalat, Nabi saw duduk di mimbar dan sambil tersenyum berkata: ". Setiap orang harus tetap di tempatnya sendiri ' Setelah itu dia menambahkan: 'Apakah Anda tahu mengapa Aku menyebut kamu dalam hal ini?' Orang-orang menjawab: 'Allah dan pengumpulan, Rasul-Nya lebih tahu! " Dia berkata: «Aku menyebut kamu di sini untuk memberitahu Anda bahwa Tamim Dari yang sebelumnya seorang Kristen kini telah menerima Islam dan telah menjadi seorang Muslim, Selain itu, ia telah meriwayatkan kepada saya suatu tradisi yang sesuai dengan apa yang saya digunakan untuk menceritakan untuk Anda dan itu adalah tentang Mesias Dajjal »Dia telah meriwayatkan kepada saya seperti itu.:«Aku naik ke kapal bersama dengan tiga puluh orang dari suku« Lakhm »dan« Juzaam ». Laut berubah badai, Selama satu bulan kami terjerat dalam badai menghebohkan, Kemudian, badai menarik kita ke sebuah pulau. Kami turun dari kepada pantai. Di sana, kami menyaksikan binatang aneh yang sangat berbulu begitu banyak sehingga kepalanya tidak bisa jelas terlihat. Kami mendekati hewan dan berkata: «? Apa yang Anda» Ini menjawab: '! Saya Jassaseh 233 Kami berkata: "Apa yang Jassaseh? Ini menjawab: Jangan bertanya tentang apa pun. Masukkan biara ini karena orang yang ada di dalam adalah ingin melihat Anda dan keinginan untuk memperoleh pengetahuan tentang Anda! Mendengar kata-kata ini, kita mulai takut dan berpikir bahwa mungkin dia adalah setan yang kini muncul dalam bentuk ini. Segera kami pergi ke biara. Di dalam, kita menyaksikan orang yang seperti yang kami tidak pernah menyaksikan. Namun, tangan dan kakinya diikat dengan rantai. Kami bertanya: "Siapa kau?" Ia menjawab: Anda akan segera tahu tentang aku. Tapi pertama-tama, memperkenalkan diri kepada saya. Kami memberitahukan bahwa kami adalah orang Arab dan terkait kepadanya kisah kapal dan nasib kami. Setelah itu, ia meminta kami beberapa pertanyaan dan berkata:?? "Dalam kondisi apa adalah telapak" Baisan "234 Apakah danau" Tabariyya "mengandung air atau tidak 235 Bagaimana musim semi" Zughar "236 ....? Lalu dia berkata: 'beritahulah saya tentang Nabi yang ummi.' Kami berkata: dia telah muncul di Mekah dan sekarang berada di Yatsrib (Madinah). Dia berkata: Apakah orang-orang Arab mengobarkan perang melawan dia? Kami menjawab: 'Ya.' Dia berkata: "Bagaimana pertempuran ini telah diperjuangkan? ' Kami berkata: "Kadang-kadang ia telah menang dan kadang-kadang musuh-musuhnya telah mengalahkan dia." Dia berkata: Tapi itu adalah untuk kepentingan mereka sendiri untuk mengikutinya. Lalu, ia berkata: "Sekarang aku akan memperkenalkan diri. Akulah Mesias (Dajjal) dan ini tidak jauh bahwa saya akan diberikan izin untuk muncul. Aku akan berjalan di bumi dan melintasi setiap tempat menyimpan Mekah dan Taiba (Madinah) hanya dalam empat puluh hari. Kedua kota dilarang pada saya dan pada setiap jalan yang menuju kepada mereka berdiri seorang malaikat dengan pedang yang mencegah aku dari memasuki tempat-tempat ini. " Setelah itu, Nabi saw sementara mencolok stafnya tiga kali di atas mimbar berkata: Tempat ini «Taiba». Lebih lanjut ia menambahkan: Bukankah aku memberitahu Anda tentang hal ini sebelumnya? Orang-orang menjawab: 'Ya!' Lalu, ia berkata: Tradisi Tamim menarik dan mengagumkan bagi saya karena dalam perjanjian dan sesuai dengan apapun yang harus saya mengungkapkan kepada Anda di masa lalu. 237TINJAUAN DARI TRADISI INIDi sini kita tidak akan meneliti bagaimana hal itu adalah mungkin bahwa laut harus terjerat dalam badai selama satu bulan penuh! Pada dasarnya, bisa jadi ada laut lain selain laut Mediterania? Dan apakah ini laut di mana manusia memiliki perjalanan melintasi selama seribu tahun telah benar-benar memiliki sebuah pulau keterlaluan mana Dajjal dipenjarakan di dalamnya dan «Jassaseh» adalah informasi pengumpulan sibuk cukup mencengangkan. Jika pada waktu itu mungkin bagi seseorang untuk percaya bahwa ada sebuah pulau yang tidak diketahui, dapat dipercaya sama di abad-abad terakhir? Apakah ini masuk akal mengatakan telah diterima hari ini?Selain itu, mana bisa hewan dengan nama «Jassaseh» yang kepala dan ekor dikenali dan berbicara fasih bahasa Arab juga ditemukan!? Apakah hal seperti itu benar-benar terdengar masuk akal atau tidak? Juga, mengapa Dajjal yang diikat dengan rantai dan memiliki izin untuk memberontak tidak melakukannya selama 1.004 ratus tahun? Pada hari-hari, adalah mungkin bagi seseorang seperti FABRICATOR berita ini yang tidak menyadari masa depan untuk mengatakan Dajjal yang telah diberikan izin untuk memberontak tetapi hari ini, setelah jeda selama berabad-abad kita menyadari sejauh mana kepalsuan ini materi.Kami meninggalkan ini dan pertanyaan lain seperti itu dan jawaban mereka terhadap pengetahuan dan wawasan pembaca kami. Kami hanya bertanya: Apa jenis dampak kejahatan dan kesalahpahaman dapat dibuat dalam Islam dari apa yang disebutkan dalam tradisi: bahwa Nabi saw mendengar dari Tamim Dari dengan penerimaan dan kemudian mengumumkan hal ini dengan gembira kepada umat Islam dalam resmi dan besar pengumpulan. Apa jenis pendapat akan seorang Muslim terpelajar, tercerahkan dan cerdas menurunkan tentang Nabi-Nya? Apa yang akan non-Muslim yang melakukan penelitian tentang Islam, misalnya? Dan bagaimana mereka dapat percaya pada Nabi yang menceritakan takhayul tersebut dan kebohongan?Pertanyaan lain yang kita miliki dalam pikiran adalah apakah tidak ada Muslim di panjang berabad-abad untuk meragukan dalam integritas tradisi dan ucapan-ucapan Nabi saw di atas mimbar? Jawabannya adalah «Tidak», karena tradisi ini telah diriwayatkan dalam kitab Sahih Muslim dan apa pun yang akan diceritakan dalam kitab Sahih Muslim dan Bukhari tidak dapat diragukan! Dengan cara apapun, ada ada keraguan dalam fantasi dan fabrikasi dari teks dari tradisi ini. Jadi, mana kebohongan gangguan atau tepatnya di mana kita bisa mencarinya? Sayyid Muhammad Rasyid Ridha, seorang emiment scholar238 Mesir, telah melakukan penelitian dalam hal ini dan menyarankan cara untuk memecahkan masalah ini. Dia tidak mengatakan bahwa Fatemah-bin-Qais, narator tradisi telah membuat kesalahan atau tidak berbicara kebenaran atau telah terjerat dalam pikiran dan imajinasi menyesatkan karena, ia adalah setelah semua sahabat Nabi dan pendamping adalah layak dihormati! Selain itu, para perawi Sahih Muslim dan Muslim sendiri tidak bersalah. Dengan demikian, tradisi ini sesungguhnya mengacu kembali kepada Nabi saw dan tidak dapat dikatakan bahwa setiap kesalahan atau kejahatan telah terjadi pada bagian dari para perawi.Namun, tradisi juga tidak layak menerima kondisi apapun melalui kebijaksanaan dan pengetahuan zaman kita. Rasyid Ridha memperhitungkan solusi untuk berbohong dalam hal ini bahwa Nabi saw telah membuat kesalahan untuk menceritakan perkataan Tamim yaitu ia sadar dirinya terjerat dalam cakar cerita Tamim takhayul dan palsu dan tanpa menemukan kesalahannya membocorkan kepada orang-orang. Ekspresi muhammad Abdoh adalah sebagai berikut: -[Bahasa Arab teks] 239«Nabi saw tidak menyadari yang tak terlihat. Dia mirip dengan manusia lainnya - makhluk dan percaya dalam ucapan-ucapan dari orang-orang jika mereka terdengar keraguan yang masuk akal dan tidak membangunkan ».Pada kenyataannya, Nabi Suci (Sawa) telah tertipu oleh kata-kata Tamim dan telah dengan gembira mengungkapkan dan mengajarkan mereka untuk orang-orang tanpa menyadari bahwa ucapan itu adalah takhayul polos.Sekarang, ini pertanyaan dasar yang muncul seperti mengapa jenis seperti tradisi telah menemukan cara mereka dalam buku-buku dari tradisi?Kami tidak ingin mencari-cari kesalahan Tamim Dari dan berdebat tentang mengapa dia terpaksa cerita takhayul seperti itu. Dan pada dasarnya apa niatnya berada di menceritakan ucapan seperti itu? Sebaliknya, kami ingin menanyakan mengapa kisah ini belum masuk kisah-buku dan telah menemukan jalan di dalam kitab [teks Arab] (Tradisi otentik komprehensif)?Mereka yang mengingat diskusi sebelumnya kita menyadari bahwa sehubungan dengan perintah dari otoritas yang berkuasa, tradisi itu tidak ditulis sebelum 100 AH tahun dan itu selama era Omar-bin-Abdul Aziz bahwa untuk tradisi pertama kali muncul di bentuk tertulis. Ada kemungkinan bahwa suatu cerita yang bisa saja menarik dan menyenangkan juga untuk orang-orang waktu itu, pasti telah diriwayatkan oleh Tamim Dari dan umat Islam juga harus telah mendengar tentang hal itu. Kemudian, selama jangka waktu, beberapa Muslim atau yang lain telah membuat kesalahan dan membayangkan bahwa ia telah mendengar cerita dalam bentuk tradisi dari Nabi saw. Mungkin, dengan cara ini telah diriwayatkan melalui Fatemah-binte Qais atau Aamer Shuabi, narator lain dan telah menemukan jalannya dalam buku-buku tradisi. Realitas perselingkuhan adalah ini bahwa baik Nabi saw mengucapkan kata-kata seperti atau memang ada berkumpul di masjid untuk mendengarkan ceramah-ceramahnya.Dalam studi 'ilmu hadis' [teks Arab] atau 'kontekstual hadis [teks Arab] ini (tradisi) telah diperhitungkan untuk menjadi [Bahasa Arab teks] sebagai salah satu jenis di antara berbagai macam hadis yang berarti tradisi orang besar menceritakan dari orang yang lebih kecil. Sebagai contoh, ketika seorang sahabat (Nabi) meriwayatkan hadis dari seorang murid pendamping, narasi nya akan dihitung untuk menjadi [teks Arab] karena teman, karena persahabatan dengan Nabi Suci dan memimpin-Nya di rantai perawi dianggap lebih besar daripada seorang murid yang tidak memiliki prioritas tersebut. Berkenaan dengan tradisi ini juga telah dikatakan: "Karena Nabi saw telah meriwayatkan hadis ini dari satu pendamping yaitu Tamim Dari, oleh karena itu 
[Bahasa Arab teks] 240 
WESTERN Islamicists dan HadisDARI «JASSASEH»Dalam sejarah panjang kampanye Gereja Kristen terhadap Islam, salah satu tuduhan yang paling umum Kristen telah ini bahwa Nabi saw telah diperoleh pada dasarnya kata-kata dan pengetahuan Islam dan perintah-perintah dari orang Kristen dan Yahudi. Pada awalnya, pasukan rohaniwan, dengan mengandalkan pada kesamaan yang ada di antara beberapa hal di masa sekarang-hari Taurat, Injil dan Al Quran, telah menegaskan tuduhan ini selama berabad-abad. Kemudian, ketika karena tuntutan progresif, kebutuhan pengetahuan dalam bentuk orientalisme dan Islamlogist dirasakan di negara-negara penjajah Eropa dan muncul menjadi dengan semua ruang lingkup diperluas, ini mengatakan karena salah satu tuduhan yang paling umum dari barat Islamicists terhadap Islam dan agen islamis dari Holland Inggris, Perancis, .... kementerian memiliki, dengan dalih penelitian dan penyelidikan, menegaskan tuduhan hari ini demi hari. 
Dengan memperhatikan pendahuluan ini akan menjadi jelas bahwa sampai sejauh mana hadits Tamim bisa menjadi bukti kebohongan dan tuduhan. Sayangnya, sehubungan dengan diskusi tentang Dajjal dan kehidupan-sejarah Tamim sendiri, Islamicists Barat mengacu pada tradisi ini dalam buku yang paling penting dalam bidang ini yaitu «Encyclopaedia of Islam» dan juga menentukan bahwa ia mampu mengungkapkan menyembah orang Kristen Syria sebelum Nabi. Selain memberikan semacam informasi dalam urusan agama kepada Nabi Suci (!) Ia juga ditempatkan sebelum dia cerita tentang Dajjal, akhir waktu dan Jassaseh dan Nabi terlalu mendengarkan pembicaraan tersebut dengan pengakuan dan mengungkapkan dan mengajarkan mereka ke Muslim sebagai hadiah ilmiah. 241 
Profesor Lifi Dalavida, master dalam Bahasa Arab dan bahasa Semit dan seorang ahli dalam sejarah Islam menulis tentang Tamim Dari dalam Encyclopaedia of Islam seperti: "Tamim adalah seorang Kristen seperti sebagian besar orang Arab Suriah demikian ia mampu untuk memperkenalkan Hazrat. (yaitu Nabi) tentang ibadah antara Suriah yang merupakan masalah keringanan lilin di masjid Dikatakan bahwa Tamim adalah orang pertama yang meriwayatkan kisah-kisah keagamaan.. Cerita-cerita tentang pembentukan kiamat (Kebangkitan) dan munculnya Dajjal dan Jassaseh semua dari jenis seperti Tamim membeberkan kisah-kisah untuk Nabi yang pada gilirannya menunjukkan kepada masyarakat.. 242 " 
Sebelumnya, kita telah melihat bagaimana, selama era Umayyid, mereka (yaitu Umayyids) berusaha keras dalam menghancurkan kepribadian Nabi saw. Sayangnya, hasil dari usaha yang mengambil bentuk tradisi dan menemukan jalan dalam buku-buku yang dapat diandalkan sekolah Khilafah menjadi faktor (utama) dalam mempengaruhi Rasyid Ridha percaya bahwa solusi dari masalah ini terletak pada ini bahwa Kudus Nabi telah melakukan kesalahan! (Tuhan melarang).
241 - Rujuk ke masalah Dajjal ditulis oleh Winsang dan masalah Tamim Dari ditulis oleh Lifi Dalavida di «Encyclopaedia of Islam», edisi pertama dan dalam hal Dajjal dalam Encyclopaedia pendek Islam pg. 67 

TENTANG PENGAKUAN JALAN LEBIH DARI Tamim DARI 
Gosok-bin-Zanba'a mengatakan: - «Aku mendekati Dari Tamim. Aku melihat dia membersihkan gandum untuk memberi makan kudanya terlepas dari kehadiran pelayan dan budak selain dia ». Aku berkata: «Anda tidak perlu melakukan pekerjaan ini sebagai pembantu dan budak yang hadir! ? Apakah tidak ada siapa pun di antara mereka untuk melakukan tugas ini »Tamim mengatakan: 'Ya. Tapi aku telah mendengar Rasulullah saw mengatakan:[Teks Arab]"Setiap Muslim yang membersihkan gandum untuk kuda dan (kemudian) hang itu di lehernya diberi makan kebaikan adalah ditulis baginya untuk tingkat jumlah orang barleys." 243 
Tradisi ditempa adalah contoh dari tradisi diriwayatkan dari Tamim dimana perkataan Nabi saw dan pengetahuan Islam berkurang ke tingkat seperti yang satu pahala adalah tetap untuk setiap jelai diberikan kepada kuda.Salah satu tindakan yang memperdayakan dari Tamim Dari yang telah tercatat dalam sejarah dan tetap sampai hari ini bahwa pada zaman Muawiyah, dia disajikan sebuah surat dari Nabi Suci mana yang terakhir menyebutkan bahwa ia telah memberikan Tamim beberapa desa berkembang dan dusun Suriah sebagai sebuah perdikan. Desa-desa terdiri dari Bait-Ayoon, Hebrun, Martum dan Bait-e-Ibrahim. 
Teks dari surat Nabi yang Tamim disajikan dalam hal ini adalah sebagai berikut: 
[Bahasa Arab teks] 244 
«Ini adalah apa pun Muhammad, Rasulullah (sawa) telah disajikan kepada Tamim Dari dan teman-temannya. Saya hadir Anda Bait-Uyoon, Hebrun, Martum dan Bait-Ibrahim bersama dengan barang-barang di desa-desa - yakni pohon, hewan dan manusia. Karunia ini adalah menentukan dan ditarik kembali. Saya telah disetujui dan menyerah kepadanya dan keluarganya-anggota selamanya. Para saksi atas hal ini adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali-bin-Abi Thalib. » 
Bukti-bukti pengingkaran surat ini banyak:Salah satunya adalah bahwa Nabi saw tidak pernah digunakan untuk mengirim salam dan salam atas dirinya setelah menyebutkan namanya dalam surat yang ia akan menulis atau lebih tepatnya memiliki orang lain untuk menulis. Tentu saja jika orang lain akan menulis sesuatu mereka akan mencatat salam dan salam setelah namanya diberkati.Alasan lain adalah bahwa Nabi saw tidak akan memberikan tempat berkembang sebagai perdikan kepada siapa pun dalam hal ini yaitu dengan cara dengan semua penghuninya. Sebaliknya, ia akan memberikan tanah tandus dan mati sehingga mereka akan meramaikan mereka atau memberikan padang rumput yang dapat berubah menjadi tempat yang cocok untuk usaha peternakan.Namun bukti lain. Jika Nabi saw memiliki bakat masing-masing dan semuanya dari desa-desa (orang, hewan dan properti) untuk Tamim dan para pengikutnya itu berarti bahwa ia berbakat orang-orang tempat ini untuk dia sebagai budak dan itu juga selamanya dan sampai hari kiamat . Dan kemudian dia berkata: «Jika ada yang menjengkelkan mereka yaitu Tamim Dari, keluarga anggotanya, kerabat dan keturunan ia sebenarnya telah jengkel Allah.Alasan lain yang dapat kita menyebutkan bahwa saksi kemurahan hati ini terdiri orang-orang yang kemudian pada mencapai Khilafah dalam rangka. Dengan kata lain, tepatnya sesuai dengan urutan yang sama dari pemerintah, mereka telah menandatangani bawah surat ini. Pesanan ini sendiri merupakan bukti yang jelas dari surat ini yang dipalsukan dan dibuat karena, tidak ada saksi terlihat dalam berbagai surat perjanjian Nabi saw mengikuti perintah ini. Untuk alasan ini kita mengatakan bahwa surat ini telah ditempa selama era Muawiyah ini. Melalui surat ini, Tamim mengambil dari Muawiyah pemilikan yang disebutkan sebelumnya tempat berkembang yang sekitar Baitul Muqaddas dan di-Suriah dan Palestina dan kemudian bermigrasi dan tinggal di sana sampai akhir hidupnya. Ia meninggal di sana dan dikuburkan juga di tempat yang sangat. 
RINGKASAN 
Dengan catatan tersebut sebelum Islam dan tindakan dan pernyataan setelah Islam Tamim Dari adalah pembicara resmi pemerintahan Islam. Seperti disebutkan sebelumnya, ia diangkat sebagai pembicara resmi sebelum shalat Jumat selama periode Khalifah kedua dan ketiga di mana dia akan menceritakan cerita-cerita.Di antara langkah-langkah pertama yang Imam Amir-ul-Mukminin (AS) dilaksanakan setelah mendapatkan kontrol dari pemerintah adalah bahwa ia dipecat kisah-teller dari masjid. 245Tentu saja, seperti kebanyakan buronan lainnya di jalankan dari pemerintah hanya Imam Amir-ul-Mukminin (AS), mereka berlindung di Muawiyah. Dengan cara ini, kisah-kisah teller datang ke sebuah akhir - tentu saja tidak selamanya - dan untuk pertama kalinya bab ini dihapus dari sejarah Islam oleh tangan Imam Amir-ul-Mukminin meskipun setelah itu, kembali pengakuan resmi cukup selama periode Statemen tersebut.Zaman pertama kehidupan kisah-teller mencapai akhir selama periode ini. Namun dengan kebangkitan segar urusan mereka, pengaruh mereka dalam refleksi Islam tetap hidup seperti yang kita lihat di masa lalu, pengaruh narasi aneh Tamim tradisi. 
Tentang hidupnya, mereka berkata: Nabi saw diriwayatkan tradisi dari dia dan Ibne-Abbass, Anas bin Malik-, Abu Hurairah-, Abdullah bin-Omar-dan sejumlah murid-murid para sahabat telah belajar dan tradisi meriwayatkan darinya. 246Kemungkinan Nabi (sawa) yang telah memiliki tradisi meriwayatkan dari Tamim, contoh yang kita lihat sebelumnya, dapat tegas dan akurat dinilai palsu. Namun, mereka di antara sahabat yang tidak memiliki pengetahuan cukup beralasan Islam seperti Abu Hurairah-, Anas, Abdullah ibn Umar-dan juga murid-murid para sahabat yang ingin belajar Islam dari lidah orang-orang seperti Tamim mengambil ucapan ini sarjana Muslim Kristen tetapi baru-dikonversi dan biarawan dan meriwayatkan dalam bentuk tradisi bagi generasi mendatang. Dengan demikian, rangkaian hadist yang dalam «ilmu tradisi» [teks Arab] disebut sebagai «Israeeliyat» cerita yaitu Bani Israel yaitu apa pun yang telah tersedia dalam Taurat, Alkitab, Talmud dan semacam buku terdistorsi Lama Perjanjian telah menemukan jalannya di dunia Islam dan tetap di sini dan mengambil warna «tafsir» (eksegesis), hadis dan sejarah Islam. 
Apakah tidak bahwa dalam banyak contoh dari Taurat disebutkan bahwa Tuhan berjalan atau bahwa Allah dapat menjadi terlihat atau bahwa Dia berbicara dengan Adam atau bergulat dengan hak Yaqoub dari matahari terbenam sampai subuh? Apakah tidak bahwa Taurat berbicara tentang berbagai macam dosa yang dilakukan oleh para nabi dan bahwa mereka tidak kebal dari anggur, perzinahan dan dosa lainnya? Sesungguhnya, semua pembicaraan seperti yang pada kenyataannya telah menjadi hasil dari distorsi fakta surgawi hadir dalam Taurat dan Injil yang benar telah masuk Islam melalui orang-orang seperti dan mengisi berbagai buku sekolah kekhalifahan.Dengan demikian, salah satu faktor yang bertanggung jawab untuk distorsi dalam Islam adalah adanya semacam orang. Sayangnya, kita harus menyatakan bahwa perkataan Tamim Dari, Wahab bin-Munabbah-dan yang paling penting di antara mereka Kab al-Ahbar 247 tidak hanya menembus narasi, dan teks sejarah penafsiran dari sekolah kekhalifahan, tetapi juga dipengaruhi beberapa sejarah , narasi dan sumber-sumber penafsiran dari sekolah Ahl-e-bayt dan dengan demikian ilmu-ilmu jelas dari Ahl-e-bayt telah menjadi begitu tercemar dalam beberapa buku. Di sekolah Ahl-e-bayt, prinsip utama adalah berdasarkan penelitian. Jadi, dalam tradisi yang berkaitan dengan hukum, sebuah penelitian yang akurat multilatered tidak cukup dilakukan dalam hal sejarah, tradisi etis atau penafsiran dan beberapa tanda-tanda distorsi dari musuh-musuh Islam dapat dilihat di sini dan ada di buku tersebut.Untuk mencapai Islam, yakni Islam yang sejati Nabi saw telah membawa, kita dibiarkan dengan pilihan kecuali untuk berpegang teguh kepada-Nya dan menuai manfaat dari ilmu dan bahwa Ahl-nya e-bayt yang adalah pewaris terbatas nya pengetahuan. Pada banyak kesempatan, Hazrat dirinya sendiri, dalam berbagai bentuk telah mengatakan sebagai berikut: 
[Bahasa Arab teks] 248 
«Saya meninggalkan dua barang berharga di antara kamu - Kitab Allah dan anggota rumah tangga saya. Jika Anda berpegang pada dua hal, Anda tidak akan tersesat. » 
Sama seperti kita menyaksikan, putusan angka diupayakan untuk mengisi kosong perkataan Nabi saw dan gnosis Islam yang benar dengan budaya «Ahl-e-Kitab» - Yahudi dan Kristen. Ini adalah di jalan ini sangat bahwa para ulama dari «Ahl-e-Kitab» duduk di atas takhta eksegesis Qur'an dan penjelasan gnosis dalam masyarakat Islam. Sebelumnya, kita telah membahas tentang cara pengaruhnya dalam masyarakat Islam. Sekarang kita akan memeriksa kepribadian dan operasi lain sarjana «Ahl-e-Kitab» yang disebut sebagai al-Ahbar Kab dan diperhitungkan menjadi seorang sarjana Yahudi yang besar.